Pertanyaan tentang mana yang lebih baik antara HIIT (High Intensity Interval Training) dan LISS (Low Intensity Steady State cardio) untuk membakar lemak adalah salah satu topik paling sering diperdebatkan di dunia fitness. Jawabannya, seperti banyak hal dalam ilmu olahraga, tergantung pada beberapa faktor.
HIIT melibatkan pergantian antara periode intensitas sangat tinggi dengan periode pemulihan aktif atau istirahat. Contohnya adalah sprint 30 detik diikuti jogging 60 detik, diulang 10 kali. Keunggulan HIIT adalah efek afterburn atau EPOC (Excess Post-exercise Oxygen Consumption) yang tinggi, artinya tubuh terus membakar kalori lebih banyak hingga 24-48 jam setelah latihan. HIIT juga lebih efisien waktu, 20-30 menit sudah cukup efektif. Namun HIIT lebih berat di sendi dan sistem saraf, sehingga tidak ideal dilakukan setiap hari. LISS di sisi lain, seperti berjalan cepat atau bersepeda santai dengan detak jantung stabil di 60-70% maksimal, lebih mudah dipulihkan dan bisa dilakukan lebih sering. LISS juga lebih efektif menggunakan lemak sebagai bahan bakar langsung selama sesi berlangsung.
Pendekatan terbaik untuk sebagian besar orang adalah mengombinasikan keduanya: 2-3 sesi HIIT per minggu untuk mendapatkan efek metabolik maksimal, dilengkapi dengan 1-2 sesi LISS untuk kalori tambahan tanpa membebani sistem pemulihan. Yang terpenting adalah konsistensi jangka panjang, bukan program yang sempurna di atas kertas tetapi sulit dijalani.